Showing posts with label Freemason. Show all posts
Showing posts with label Freemason. Show all posts

Monday, 10 June 2013

THRIVE | Menarik lalu menjatuhkan, mungkin?

Mereka bilang, " ... the best movie describing Illuminati..."
Saya bilang, " Rebut saja baiknya, lenyapkan buruknya."



Kalimat diatas cukup penting untuk mendeskripsikan bagaimana film ini sesungguhnya. Secara umum, saya dapat bilang bahwa ini film yang menarik. Tapi disisi lain, makanan paling mahal dan enak sekalipun dapat berbahaya jika kita menelannya mentah-mentah (Baik itu literally ataupun metaphorally) Bagaimana jika kita memakannya dengan sangat lahap tapi racun telah ditambahkan pada filling keju mozarella kesukaan kita? Tentu tidak akan sulit bagi kita untuk menjadi 'korban' bukan?.

Idealnya, silahkan lihat dulu trailer film ini:

Melihat trailernya/ tidak, ini memang film yang sungguh menarik. Dimulai dari topik tentang bagaimana jika konsep free-energy dikembangkan. Kita bahkan tidak akan tahu bahwa film ini membahas sesuatu yang berhubungan dengan Illuminati. Tutur komunikasinya lebih mirip film tentang kesuksesan ataupun bagaimana cara menjadi orang kaya dan sejenisnya, (if u know what i mean :p.) Kelihatannya, segmentasi film ini memang sengaja dirancang untuk mudah diterima semua orang. Atau lebih tepatnya, untuk mereka yang masih sangat samar mengetahui Illuminati.

Jadi, apa saja yang dibahas dalam film ini? Pertama, mereka membicarakan tentang konsep energi Torus. Yaitu sebuah konsep energi yang menurutnya, selalu ada di semua unsur terkecil hingga terbesar pada alam semesta. Yaitu konsep perputaran berlawanan arah jarum jam yang membentuk aliran energi berbentuk mirip apel. Seperti misalnya pada galaksi, aliran yang terbentuk dari proses rotasi membentuk pusaran dari titik pusat ke tepi lingkar galaksi yang mengelilinginya... dan aliran energi itu, seperti yang saya bilang tadi, berbentuk seperti apel. Tapi daripada bingung membayangkannya, kita lupakan sejenak tentang apel. Apa yang mereka bicarakan pada intinya adalah bahwa seharusnya di dunia ini sudah dikembangkan konsep energi gratis yang diadopsi dari konsep Torus tadi. Tentu saja ini berarti bahwa kita mungkin tidak akan memerlukan bensin, gas, bahkan listrik, yang akan secara dramatis mengubah tingkat kesejahteraan dan produktivitas penduduk di bumi.

Pertanyaannya, mengapa kenyataannya kita masih menggunakan... BBM misalnya, yang kita semua tahu, akan mempengaruhi semua kenaikan harga ketika Bpk/ Ibu presiden memutuskan bahwa harganya naik? Jawabannya mudah, yaitu karena minyak, listrik dan sumber energi yang ada saat ini akan menciptakan suatau ketergantungan bagi masyarakat dan sangat memberikan keuntungan yang tersentralisasi ke satu pihak, siapa lagi kalau bukan keluarga besar Rockefeller yang selain memiliki Exxon, juga memiliki pengaruh besar dalam industri pangan & pertanian hingga obat-obatan. Dijelaskan juga bahwa para ilmuan pengembang energi gratis ini, hanya berakhir kematian ataupun kebangkrutan yang janggal.

Kedua, adalah bagian paling memuakkan dalam film ini. Mereka membahas Crop Circle. Tapi Crop Circle yang mereka bicarakan adalah Crop Circle buatan alien dan bukan kenyataan bahwa itu hanyalah salah satu konspirasi konyol yang pada akhirnya memberikan kesadaran palsu pada orang-orang mengenai keberadaan alien. Mereka membahas bentuk-bentuk Crop Circle yang pada umumnya didasari oleh visualisasi Torus yang berbentuk segi enam... atau tepatnya, Hexagram. Ya, Hexagram yang merupakan bentuk yang diciptakan dari intersection antara dua segitiga seperti pada simbol bintang david, seakan-akan sedang mereka promosikan.

Setelah itu barulah mereka membahas tentang siapa yang mengontrol industri-industri raksasa, termasuk media di bumi ini, tentang sistem uang dan sejarahnya, tentang Rockefeller dan Morgan, nama yang paling sering muncul ketika membicarakan tentang kelompok Elit terkaya di dunia. Disiniliah mereka menyatakan bahwa bagaimanapun, Illuminati hampir berhasil mencapai agenda dominasi global (Global Domination Agenda) mereka. Yang secara spesifik, telah memiliki akses untuk mengontrol bidang-bidang berikut, yang pertama, Money:

  • Central Banking System
  • Federal Reserve
  • IMF
  • World Bank
Kemudian bidang yang kedua, Energy:
  • Oil
  • Gas
  • Coal
  • Nuclear
Lalu ketiga, pada bidang Food & Water:
  • Agribusiness
  • World Trade
Keempat, Healh, yaitu:
  • Pharmaceuticals
  • Medical Schools
  • Research
Kelimat, Indoctrination, mereka telah mengontrol:
  • Compulsory Standardized Education
  • Media
Tidak hanya itu, terdapat satu lagi dominasi yang mereka lakukan, yaitu pada bidang:
  • Patriot Act
  • Surveillance
  • RFID Chips
Ya, dengan kata lain, pertama mereka harus mengendalikan uang, yang memungkinkan mereka untuk menjalankan hal lain. Ini sudah dilakukan dengan adanya sistem uang kertas. Lalu mereka perlu mengontrol energi dan mereka sudah melakukannya. Mereka juga sudah mengendalikan pertanian besar dan perdagangan dunia, hingga membeli pasokan air di seluruh dunia. Tidak hanya itu, mereka bahkan memiliki bidang kesehatan termasuk pendidikannya di saku mereka, dan berusaha menekan pengobatan alami. Serta yang paling utama, mereka harus mengendalikan informasi apa yang kita dapatkan, dan bagaimana kita bereaksi terhadapnya, lewat media.

Sedangkan, yang masih belum mereka kuasai menurut film ini adalah 2 bidang berikut, yaitu energi gratis dan pengobatan alami:
  • Free Energy
  • Natural Alternatives (medicine)


Tentu saja secara pribadi, saya sangat sangat tertarik dengan fakta-fakta yang mereka sebutkan. Mereka bahkan memiliki source data yang lengkap di websitenya. Hanya saja, hal yang paling mengganjal buat saya selain Crop Circle tadi, adalah bagian terakhir film ini yang memberikan solusi tentang bagaimana menyikapinya. Bagaimanapun, solusi adalah hal penting. Tapi dalam hal ini, bagaimana mungkin mereka menyebut pada elit sebagai ulat bulu yang rakus, tapi disisi lain, seakan sangat yakin, mereka mengibaratkan para pemillik agenda global itu akan berubah menjadi kupu-kupu. Karena bagaimanapun, masayarakat membutuhkan mereka dalam kehidupan. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi tetap saja tidak dapat diterima.

Saya telah menyebutkan soal "disinformasi" pada entri sebelumnya. Ya, para truthSeeker di forum-forum telah mengetahui rahasia umum bahwa banyak sekali agen disinformasi yang selain memberikan fakta, tapi disaat yang sama juga memberikan informasi menyimpang sekaligus menyesatkan. Salah satuya adalah David Icke yang juga merupakan salah satu pembicara dalam film ini. Sangat terlihat sekali bahwa film ini secara tidak langsung membersihkan image-image menyeramkan dan berbahaya yang harusnya perlu diketahui, dan disamarkan dengan alurnya yang tricky, sangat mencolok khususnya pada akhir film.

Pada awal film, penonton diajak menyamakan persepsi mengenai betapa ilmiahnya energi dikaitkan dengan Crop Circle. Lalu pengetahuan dasar tentang Illuminati yang memang sangat menarik, disisipkan ditengah-tengah, itupun dengan sangat berhati-hati agar mereka tidak menjadi pihak yang seakan mengambinghitamkan para grup elit tersebut. Dan pada akhirnya, cara mereka menyajikan solusi membuat kita merasa bahwa bagaimanapun, kita hanya perlu melakukan sesuatu untuk kita sendiri dan bukan orang lain. Sebagai contoh, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang sampai sekarang masih dilanda krisis kemerdekaan bahkan kemanusiaan di Timur Tengah sana? Mereka tidak menyediakan jawabannya. Yang mereka sediakan adalah jawaban bahwa masing-masing dari kita hanya harus menjadi semacam aktivis kemanusiaan biasa. Yang hampir bisa dipastikan bahwa tidak akan ada penonton yang benar-benar melakukannya usai menonton film ini.

Tapi tetap saja, manusia memiliki kemampuan untuk mengolah sesuatu. Tidak mungkin manusia dapat makan enak kalau tidak bisa memilah-milah yang mana yang dapat dimakan dan yang mana yang harus dibuang sebagai "ampas". Dan sebagai salah satu "bahan makanan" yang enak, film ini sangat layak kita tonton dan sejatinya dapat kita "olah" menjadi sesuatu yang bercitarasa bintang lima :)

Ini adalah Full Movienya jika ingin menonton, Subtitle .srt Indonesia juga tersedia di... (coba cari google) dengan akurasi yang sangat bagus. Keep exploring the truth, ya!

Tuesday, 19 March 2013

Simbol dan Logo | Horus, The Great Seal, & Garuda Pancasila

Seperti biasa, ini adalah postingan lanjutan dari blog sebelumnya. Namun sebelumnya, lagi2 saya harus menyamakan persepsi bahwa blog ini dibuat untuk keperluan akademis dalam bidang Komunikasi Visual. Sehingga, anggap saja bahwa saya sedang melakukan studi logo :)

Nah. Jika sebelumnya saya membicarakan mengenai Horus sebagai dewa matahari pagan yang tanda2nya banyak di asosiasikan pada perusahaan2 besar. Kini pertanyaan berlanjut, mengapa sebegitu berpengaruhnya Horus, hingga identitasnya baik fisik maupun metafora, bisa-bisanya digunakan ke tingkat yang lebih besar lagi. Ya, simbol negara. Yuk lihat.

Lambang negara dunia dengan asosiasi burung

Setelah memperhatikan lambang negara di atas. Sekarang kita berpikir... kenapa harus burung.dan... dengan visualisasi yang kurang lebih sama?. Untuk sementara kita kesampingkan dulu jenis burungnya, apakah itu garuda, elang, merpati, setengah manusia, atau apapun.

Sebagai peradaban tertua 3150 SM, bisa kita pastikan bahwa Mesir Kuno bukanlah pihak yang harus dituntut karena melakukan plagiat atas simbol tersebut. :P Karena jawabannya kembali ke topik mengenai Horus. Bahwa ia tercatat dalam Hiroglif Mesir sebagai "hr.w", yang pengucapannya di rekonstruksi menjadi *Ḥāru, yang berarti falcon atau elang. Dapat juga diartikan sebagai "the distant one" atau "one who is above, over" (Meltzer, Edmund S. (2002). Horus. In D. B. Redford (Ed.), The ancient gods speak: A guide to Egyptian religion (pp. 164). New York: Oxford University Press, USA.)

Singkatnya, Horus juga direpresentasikan sebagai burung elang. Itu juga merupakan alasan kenapa simbolnya dengan perwujudan manusia, digambarkan berkepala burung. Mari kita lihat simbol tersebut.



Sekarang kita bisa percaya, betapa berpengaruhnya Horus dalam dunia yang kita pikir modern ini. Namun yang jadi masalah adalah, apakah pengaruhnya baik.... atau mungkin buruk? Tentu saja kita tidak boleh asal menyimpulkan. Dalam hal ini, bagi kita TruthSeeker, pastinya bisa memulai dari apa pengaruh atau apa yang mempengaruhi simbol tersebut. Sebut saja pada brand. Logo yang bagus tidak menjamin produk tersebut berkualitas baik. Begitupula sebaliknya. Hanya karena logonya jelek, bukan berarti produk tersebut tidak bagus. Jadi, bagaimana kita mengetahui pengaruhnya? mari kita mulai dari diri sendiri. Yaitu Indonesia.

Garuda Pancasila adalah adaptasi dari Garuda yang dalam mitologi Hindu India berbentuk manusia berwarna emas, berwajah putih, berparuh dan bersayap merah. Diperkirakan sosok ini adalah adaptasi Hindu terhadap Dewa Ra/Bennu dalam mitologi Mesir kuno (Dewa Horus). Garuda juga banyak kesamaan dengan mitologi Pha Krut (Thailand), Rukh (Arab), Simurgh (Persia), Thunderbird (Indian), Vurumahery (Madagaskar) dan Phoenix (Yunani Kuno).

Perancangan Pancasila yang melewati proses Revisi 

Namun, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II pada tanggal 8 Februari 1950 ini, pernah mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis. Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh. Hatta sebagai perdana menteri. Setelah itu simbol ini juga terus dilakukan penyempurnaan berkali-kali hingga pada 20 Maret 1950, Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut. Sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II yang sebulan kemudian diberhentikan akibat persekongkolannya dengan Westerling dan APRA.

Sejauh ini, saya rasa Garuda Pancasila mungkin memang dipengaruhi oleh ideologi pagan. Namun atas idealisme pemimpin-pemimpin masa lalu, yang lebih signifikan justru adalah nilai Pancasila itu sendiri. (walau pada kenyataannya, banyak yang mengkritik bahwa nilai kelima sila tersebut sama sekali tidak tercermin pada masa ini) Di samping itu, perlu digaris bawahi bahwa kita juga belum mengetahui alasan Sultan Hamid II menggunakan simbol tersebut. Toh, dia adalah sosok pengkhianat. Who knows dia memiliki hubungan dengan Freemasonry pada masa itu.

Sekarang, adakah negara lain dengan simbol serupa yang memiliki nilai pagan atau sejenisnya yang lebih signifikan? Bagaimana dengan Amerika Serikat, sebagai negara adidaya yang selalu dijadikan "teladan" dalam berbagai bidang kenegaraan? Mengapa di atas simbol burung The Great Seal terdapat bintang yang susunannya menyerupai bendera Israel ataupun bintang David? Masa sih kebetulan... Sepertinya menarik untuk kita bahas di post selanjutnya :)


Tuesday, 12 March 2013

The Sun Rises

Logo Sejak 1999. Sumber: Wikipedia
Akhirnya, dua hari setelah kecelakaan yang membuat Vespa kesayangan saya rusak, saya baru dapat menggunakan tangan kanan saya lagi meski masih agak sakit. Mungkin setelah ini saya akan menggiatkan diri dalam Bike to Campus, lagi.

Baiklah, langsung ke topik. Ini adalah tulisan lanjutan mengenai matahari. Tapi, seperti pesan pak Ramok, which is dosen saya, saya tidak akan banyak membahasnya dari sudut pandang yang biasa disebut "teori konspirasi" (walau saya kurang menyukai istilah itu). Saya akan lebih banyak membahas dari segi visual dan hubungannya dengan latar belakang pemakaian visualisasi tersebut.


Jadi, kenapa CBS si logo-mata-satu memiliki acara "sun"day morning dengan logo matahari yang dalam beberapa versi, mata sebelahnya seakan bercahaya seperti itu? Saya rasa kita semua setuju bahwa hal demikian pasti ada alasannya. Dalam hal ini, saya akan sedikit melakukan studi tanda yang menurut saya juga berhubungan dengan Hermneutika.

Horus. Sumber: Wikipedia
Bagi yang belum mengetahui, terdapat korelasi antara keduanya. Pertama, Dewa Horus. Mata kanannya merupakan matahari (Ra) dalam agama Mesir Kuno, yang dipuja sejak kurun pra-dinasti hingga masa Yunani dan Romawi. Ia merupakan putra dari dewa Isis & Osiris. Yang mana merupakan representasi dari siang hari melawan Dewa Set, atau dewa kegelapan, yang muncul di malam hari ataupun ketika terjadi badai/ kekacauan. Penyembahnya di jaman dulu percaya bahwa pada siang hari, Horus memenangkan pertarungan melawan Set dan begitupula sebaliknya, Set mengalahkan Horus di malam hari.

Jika yang barusan tentang matahari. Lalu apa hubungannya dengan mata satu? Ya, ada cerita yang terlewat, bahwa mata Horus... pernah buta sebelah dalam perkelahiannya melawan Set. Hmm...

Set. Sumber: Wikipedia
Mungkin beberapa akan langsung mengarah kepada Dajjal / antichrist yang juga buta sebelah, serta betapa lambang mata satu sangat banyak muncul di berbagai media dan perusahaan-perusahaan besar. Tapi kita kesampingkan dulu hal itu.

Simpelnya, mata satu dan dewa matahari berkorelasi dengan agama pagan (penyembahan berhala) di masa lalu. Dan simbol-simbol atau tanda tersebut, disadari atau tidak, tersebar di sekitar kita. Saya tidak akan banyak berspekulasi hanya karena kesamaan visual, namun dalam hal ini saya mengutip analisa seorang doktor Yahudi, Henry Makow tentang perusahaan-perusahaan yang mengasosiasikan matahari sebagai filosofi perusahaannya. Sebenarnya ada banyak, namun disini saya hanya akan mengambil contoh yang lebih familiar di Indonesia, seperti misalnya Shell, yang memang milik keluarga Rotschild, tokoh besar bankir Illuminati.
Shell sejak awal memang mengasosiasikan kerang. Namun, mengapa sejak 1930 mereka terus mempertahankan bentuk yang menyerupai matahari-terbit hingga saat ini? | Sumber: brandirectory.com
Kenyataannya, generasi (desainer) muda di Indonesia saat ini lebih banyak berlindung di balik postmodernisme dalam konsepnya berkarya. Namun pada dasarnya kita harus sadar dan pasti setuju bahwa baik pemilik perusahaan-perusahaan besar sejak masa lalu, dan klien kita saat ini, sangat menyukai latar belakang yang mencerminkan diri mereka, visi mereka, dsb. Bagaimanapun, pengalaman kita di Indonesia sungguh berbeda jika dibandingkan dengan klien-klien raksasa di luar sana yang pastinya idealis dan visioner. Sehingga, simbol adalah hal yang sama sekali tidak boleh diremehkan.

Jika ada yang ingin menelusuri lebih jauh tentang makna matahari, dan merasa penasaran kenapa begitu banyak dewa matahari yang disembah, yang bukan hanya di Jepang, namun juga Afrika, Aborigin, Kanaan, Hindu, Maya, Persia, dan masih banyak lagi. Kamu bisa dapatkan jawabannya di film dokumenter berjudul Zeitgeist. Bahkan, poin tersebut juga dilengkapi dalam tulisan ustadz Felix Siauw di website pribadinya, bahwa tahun baru secara tidak langsung berhubungan dengan penyembahan matahari, yang juga berhubungan dengan hari Valentine. Itu menjawab kritisisme saya dulu tentang perayaan tahun baru yang menurut saya kurang penting. Padahal orang Islam memiliki tahun barunya sendiri. Lalu, adakah yg penasaran dengan hari minggu alias sunday? Mengapa umat kristiani melakukan ibadah pada hari tersebut, padahal kan hari yg disebutkan dalam bible adalah sabat/ sabtu. Yap, Zeitgeist, the Arrivals dan sumber lain mengungkapkan bahwa itu adalah bagian dari manipulasi yg telah dilakukan sejak sebelum masa prajurit templar. (Dan sebenarnya, di film Zeitgeist juga dijelaskan betapa 25 Desember bukanlah apa-apa melainkan kepercayaan paganisme lainnya)


    Simbol mata Horus, yang akan mengarahkan kita pada mata satu, yang banyak diasosiasikan dalam perusahaan-perusahaan, organisasi dan konspirasi yang akan saya bahas di post berikutnya Insha Allah :D. | Sumber: Wikimedia

    *Bonus: Tahukah kamu, Horus berkepala rajawali memiliki simbol lain, berupa burung yang tampilannya seperti di bawah ini. Yang menarik adalah, betapa simbol tersebut menjadi inspirasi (atau bahkan lebih) dari begitu banyak negara di dunia. Sekali lagi, Is it a coincidence? I think there's must be a reason, right? Ini bukan metode pascok (ngepas dan nyocok) loh. Stay tune for the next great post, guys :)
    Lambang Horus
    Lambang Indonesia
    Lambang Amerika Serikat
    *dan sebenarnya masih banyak tapi (selain saya males ng-attach) segitu cukup kok untuk teaser :D


    Wednesday, 27 February 2013

    Sunday Morning. Sungguh "Pemanasan" Global

    Logo Sejak 1999. Sumber: Wikipedia
    Seperti judulnya, post ini hanyalah pemanasan. Yah karena hubungannya dengan panas, saya rasa kita setuju bahwa matahari adalah topik yang lumayan cocok ya. Saya tahu bahwa baik CBS maupun acara Sunday Morning tidak familiar dengan orang Indonesia. Tapi yah, namanya juga pemanasan.

    Semua berawal ketika di hari Minggu, saya (tidak sengaja) menonton acara Asia's Next Top Model hanya karena disana ada Nadya Hutagalung, dan kebetulan, itu episode terakhir. Mereka diminta melakukan pemotretan untuk majalah fashion terkemuka Bazaar, dengan baju-baju desainer yang mahal, dan shooting untuk menjual produk-produk tertentu. Dan memang, rupanya itulah gunanya model. Menjual dan terus menjual sesuatu, menciptakan sebuah transaksi keuangan. Bahkan, sepanjang acara, iklan-iklan yang disajikan melulu tentang parfum-parfum playboy dan barang-barang High-Involvement lainnya. Hingga sampai pengumuman pemenang, hadiahnya pun tidak tanggung-tanggung, selain uang sebesar US$100 ribu (Rp 970 juta) dan mobil Subaru XV, Jessica dari Thailand berkesempatan menjadi model Canon IXUS 2013, model sampul majalah Harper’s Bazaar, dan kontrak sebagai model dengan Storm Model Management di Inggris dan Eropa. Apalagi kalau bukan sesuatu. Hingga acara berakhir, dan saya tercengang ketika melihat acara tersebut merupakan acara yang fully-supported by CBS Network.
    Logo CBS
    Seketika, otak saya seakan berputar hendak mencari kesimpulan, yang akan lebih mudah diketahui bagi mereka yang sempat mengetahui seri video The Arrivals produksi Noreagaaa dan sejenisnya. Yakni, bahwa acara tersebut hanyalah another-tool bagi "mereka", ya, mereka, objek yang dibahas di blog ini, yang lebih dikenal dengan Illuminati.

    Tool dalam membuat orang-orang, dalam hal ini wanita, untuk mengejar kesempurnaan dunia yang diukur dari kesempurnaan fisik dan pada akhirnya materialistik. Dapat dipastikan, acara Next Top Model versi Asia pertama ini, akan menjadi ajang 'rerebutan' para perempuan Asia yang menganggap kecantikan fisik itu penting, sekalipun dengan alasan passionnya di bidang modelling. Apalagi dengan hadiah yang begitu menggiurkan. Bagaimana tidak, Mereka (Illuminati) kan dapat 'mencetak' uang sesuka mereka tanpa dituduh memalsukan uang seperti penjahat-penjahat kelas teri. Dan pada akhirnya, mereka sendiri (para wanita cantik) pun menjadi alat untuk membuat orang membeli produk-produk materialistik lainnya. Itulah alasan mengapa mereka begitu dipromosikan.

    Loh kok, ulasan mengenai acara Sunday Morning nya mana? Ng, nanti ya... akan saya bahas di post berikutnya. Stay awake, guys. God's watching ^^